Selasa, 08 November 2011

KONSEP DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN


KONSEP DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN

Manajemen membutuhkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan mereka. Sistem informasi mempunyai peranan yang penting dalam menyediakan inf untuk manajemen setiap tingkatan. Tiap2 kegiatan dan keputusan manajemen yg berbeda. Oleh karena itu utk dpt menyediakan informasi yg relevan dan berguna bagi manajemen, maka pengembang system informasi hrs memahami terlebih dahulu kegiatan yg dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya.

A.    TIPE KEGIATAN MANAJEMEN
Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya dalam organisasi dibagi menjadi 3 bagian:
1.      Perencanaan strategic : merupakan kegiatan manajemen tingkat atas, sebagai proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penerapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi – strategi.
= Proses evaluasi lingkungan luar organisasi : Lingkungan luar dapat mempengaruhi jalanny organisasi, oleh karena itu manajemen tingkat atas hrs pandai mengevaluasinya, hrs dapat bereaksi terhadap kesempatan2 yg diberikan oleh lingkungan luar, misal produk baru, pasar baru. Selain itumanajemen tingkat atas harus tanggap terhadap tekanan2 dari lingkungan luar yg merugikan organisasi dan sedapat mungkin mengubah tekanan menjadi kesempatan.
= Penetapan tujuan adalah apa yg ingin dicapai oleh organisasi berdasarkan visi yg dimiliki oleh manajemen. Misalnya tujuan perusahaan adalah dalam waktu 5 tahunmenjadi penjual terbesar di dalam industri dengan menguasai 60% pasar.
= Penentuan strategi : Manajemen tkt atas menentukan tindakan2 yg hrs dilakukan oleh organisasi dengan maksud untuk mencapai tujuan2nya. Dengan strategi semua kemampuan yg berupa sumberdaya2 dikerahkan supaya tujuan organisasi dapat diraih.

2.      Pengendalian manajemen : Sistem untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yg sudah ditetapkan secara efektif dan efisien. Ini merupakan tingkatan taktik(tactical level), yaiyu bagamana manajemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya perencanaan strategi dapat dilakukan dengan berhasil. Taktik yg dijalankan biasanya brsifat jangka pendek+- 1 thn. Proses pengendalian manajemen terdiri dari : pembuatan program kerja, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan pengukuran, pelaporan dan analisis.

3.      Pengendalian operasi : Sistem untuk meyakinkan bahwa tiap2 tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien. Ini merupakan penerapan program yg telah ditetapkan di pengendalian manajemen. Pengendalian operasi dilakukan dibawah pedoman proses pengendalian manajemen dan difokuskan pada tuga2 tingkat bawah.

B.    TIPE KEPUTUSAN MANAJEMEN
Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative utk mencapai sasaran. Keputusan dibagi dlm 3 tipe :
1.      Keputusan terprogram / Keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dpt deprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutamapd manajemen tkt bwh. Contoh : keputusan pemesanan brg, keputusan penagihan piutang, dll.
2.      Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dapat deprogram, sebagian berulang2 dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Contoh : keputusan membeli system computer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
3.      Keputusan tidak terprogram / tdk terstruktur : keputusan yg tidak terjadi berulang2 dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dr lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tdk terstruktur yg jarang terjadi.

C.     TIPE INFORMASI
Sistem informasi sekarang peranannya  tidak hanya sebagai pengumpul data dan mengolahnya menjadi informasi berupa laporan2 keuangan saja, tetapi mempunyai peranan yg lebih penting di dalam menyediakan informasi bagi manajemen untuk fungsi2 perencanaan, alokasi2 sumber daya, pengukuran dan pengendalian. LAporan2 dr system informasi memberikan informasikepada manajemen mengenai permasalhan2 yg terjadi di dalam organisasi untuk menjadi bukti yang berguna didalam menentukan tindakan yg diambikl. Sistem informasi menyediakan 3 macam tipe informasi:
1.      Informasi pengumpulan data (Scorekeeping information) :
Informasi yg berupa akumulasi dan pengumpulan data utk menjawab pertanyaan. Berguna bagi manajer bawah untuk mengevaluasi kinerja personil2nya.
2.      Informasi pengarahan perhatian (Attention Directing Information) : membantu manajemen memusatkan perhatian pd masalah2 yg menimpang, ketidakberesan. Informasi ini membantu manajemenmenengah untuk melihat penyimpangan2 yg terjadi.
3.      Informasi pemecahan masalagh (Problem Solving Information) :
Informasi untuk membantupara manager atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan yg dihadapinya. Problem solving biasanya dihubungkan dgn keputusan yg tidak berulang-ulang serta situasi yg membutuhkan analisis yg dilakukan oelh manajemen tingkat atas.


D.    KARAKTERISTIK INFORMASI
Untuk mendukung keputusan yg akan dilakukan oleh manajemen, maka manajemen membutuhkan informasi yg berguna. Untuk tiap2 tingkatan manajemen dgn kegiatan yg berbeda2, dibutuhkan informasi yg berbeda2 pula, karakteristik informasi ini antara lain :
1.      Kepadatan Informasi : untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasinya adalah terperinci (detail) dan kurang padat, krn terutama digunakan oleh pengendalian operasi. Sedang untuk manajemen yg lebih tinggi tingkatannya, mempunyai karakteristik informasi yg semakin tersaring(terfilter), lebih ringkasa dan padat.
2.      Luas Informasi : manajemen bawah karakteristik inf. Adlh terfokus pd suatu masalah tertentu. Krn digunakan oleh manajer bawah yg mempunyai tugas yg khusus. Untuk manajer tingkat tinggiu , karakteristik inf yg semakin luas, karena manajemen atas berhubungan dgn mslh yg luas.
3.      Frekuensi Informasi: Manajemen tingkat bawah frekuensi ini yg diterimanya dalah rutin, krn digunakan oleh manajer bawah yg mempunyai tugas yg terstruktur dengan pola yg berulang2 dr waktu ke waktu. Manajer tingkat tinggi, frekuensi informasinya adalah tidak rutin atau adhoc (mendadak), krn manajemen atas berhubungan dengn pengambilan keputusan tidak terstruktur yang pola dan waktunya tidak jelas.
4.      Waktu informasi : Manajemen tingkat bawah . Inf yg dibutuhkan adlh inf historis, krn digunakan oleh manajewr bwh did lm pengendalian operasi yg memeriksa tugas2 rutin yg sudah terjadi. Untuk manajemen tingkat tinggi , waktu inf lebih ke massa  depan berupa inf prediksi krn digunakan utk mengambil keputusan strategic yg menyangkut nilai mas depan.
5.      Akse Informasi : Level bawah membutuhkan inf yg periodenya berulang2, sehingga dapat disediakan oleh bagian system inf yg memberikan dlm bentuk laporan periodic. Dengan demikian akses inf tdk dapat secara online, tetapi dapat secara offline. Sebaliknya untuk level lebih tinggi, periode inf yg dibutuhkan tdk jelas, sehingga manajer2 tingkat atas perlu disediakan akses online untuk mengambil inf kapan pun mereka mau.
6.      Sumber Informasi : Karena manajemen tingkat bawah lebih berfokus pd pengendalian internal perusahaan, maka manajeer2 tinkat bawah lebih membutuhkan inf dengan data yg bersumber dari internal perusahaan sendiri, tetapi manajer tingkat atas lebih berorientasi pd masalah perencanaan strategic yg berhubungan dgn lingkungan luar perusahaan, shg membutuhkan inf dengan data yg bersumber pd eksternal perusahaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Luangkan Waktu Untuk berkomentar